Bahan Perawatan Kulit Alami Yang Benar-Benar Mendapatkan Tempatnya
Kata "alami" dalam perawatan kulit memberikan banyak manfaat tanpa adanya definisi peraturan yang mendukungnya. Produk dapat menggunakannya secara legal meskipun sebagian besar mengandung bahan sintetis dengan satu ekstrak tumbuhan. Terlepas dari masalah pelabelan: yang berasal dari alam tidak secara otomatis berarti aman atau efektif. Tanaman ivy beracun itu alami. Pertanyaan yang berguna adalah apakah suatu bahan tertentu mempunyai bukti manfaat yang nyata – dan pada metrik tersebut, beberapa bahan alami memang benar-benar bertahan. Berikut daftar singkat yang perlu diketahui.
Lidah buaya: yang sudah diketahui semua orang, untuk alasan yang bagus
Gel lidah buaya telah digunakan pada kulit sejak lama, dan bukti-buktinya cukup sesuai dengan reputasinya. Lidah buaya segar mengandung polisakarida yang mengikat air dan bertindak sebagai humektan, menjaga kulit tetap terhidrasi. Ia juga mempunyai sifat anti-inflamasi, itulah sebabnya ia bekerja dengan baik pada kulit yang terbakar sinar matahari atau teriritasi. Klaim percepatan penyembuhan untuk luka ringan dan luka bakar juga mempunyai dukungan klinis.
Hasil tangkapannya adalah kesegaran dan konsentrasi. Komersial gel lidah buaya Produk-produknya sangat bervariasi dalam jumlah kandungan lidah buaya yang sebenarnya — beberapa di antaranya sebagian besar berupa air dengan lidah buaya di bagian bawah daftar bahannya. Produk yang mencantumkan jus atau gel lidah buaya sebagai bahan pertama atau kedua benar-benar berbeda dengan produk yang mencantumkannya di urutan kedelapan. Perasan segar dari tanaman di rumah adalah bentuk yang paling ampuh, meskipun tidak memiliki umur simpan tanpa bahan pengawet.
Minyak dengan fungsi pelindung kulit yang nyata
Tidak semua minyak nabati sama untuk kulit. Minyak jojoba secara teknis berbentuk lilin, bukan minyak, dan sangat mirip dengan sebum alami kulit — sehingga menjadikannya pelembab yang dapat ditoleransi dengan baik untuk berbagai jenis kulit, termasuk kulit berminyak. Bagi kebanyakan orang, itu tidak menyumbat pori-pori dan memiliki sifat antimikroba ringan.
Minyak rosehip mengandung retinoid alami dan asam linoleat tingkat tinggi, menjadikannya salah satu minyak nabati yang paling efektif untuk penuaan kulit. Minyak pohon teh memiliki bukti kuat aktivitas antimikroba dan benar-benar efektif untuk mengatasi jerawat bila digunakan dengan benar — tetapi minyak ini perlu diencerkan, karena minyak esensial yang tidak diencerkan dapat menyebabkan iritasi. SEBUAH pembersih wajah pohon teh menggunakan konsentrasi rendah yang sesuai.
Minyak lavender dan minyak borage juga digunakan dalam formulasi kulit, terutama karena sifatnya yang menenangkan dan mendukung penghalang. Lavender berfungsi ganda sebagai antiseptik ringan dalam formulasi pembersih.
Chamomile, teh hijau, dan antioksidan herbal
Ekstrak teh hijau mungkin merupakan antioksidan herbal yang terbukti paling baik untuk penggunaan topikal. Polifenol, khususnya EGCG, memiliki aktivitas penetral radikal bebas dan beberapa bukti mitigasi kerusakan akibat sinar UV. Ini tidak menggantikan tabir surya – ini melengkapinya. SEBUAH serum wajah teh hijau digunakan di pagi hari bersama SPF mencakup lebih banyak wilayah antioksidan daripada hanya menggunakan SPF saja.
Ekstrak kamomil muncul dalam banyak formulasi kulit sensitif karena tindakan anti-inflamasinya yang terdokumentasi. Ia bekerja sangat baik dalam toner atau kabut yang menenangkan untuk kulit reaktif — bukan sebagai perawatan, tetapi sebagai pengubah yang mengurangi respons peradangan.
Bahan dapur dengan bukti nyata
Oatmeal – khususnya oatmeal koloidal – memiliki sifat asli yang menenangkan kulit dan dikenal sebagai pelindung kulit. Ini digunakan di pembersih wajah oat yang menenangkan produk untuk alasan yang bagus. Madu adalah humektan ringan dengan sifat antibakteri; madu mentah dalam masker adalah perawatan kulit yang sah dengan dukungan sejarah dan klinis yang nyata.
Kunyit mengandung kurkumin yang memiliki sifat anti inflamasi dan antioksidan. Ia berfungsi sebagai bahan pencerah sementara tetapi menimbulkan noda yang agresif — paling baik digunakan dalam format bilas. Susu mengandung asam laktat, AHA lembut dengan sifat pengelupasan kulit ringan. Ini tidak sekuat komersial serum AHA pengelupas kulit produk, tapi cukup lembut untuk penggunaan rutin dalam format DIY.
Apa yang akan saya lewati
Minyak atsiri dengan konsentrasi tinggi pada kulit yang sudah teriritasi. Bahan-bahan tersebut alami, tetapi sebagian besar merupakan bahan pemeka yang signifikan — limonene, linalool, eugenol, dan geraniol adalah alergen wewangian umum yang berasal dari sumber alami. "Wewangian alami" dalam daftar bahan dapat memiliki risiko sensitisasi yang sama besarnya dengan wewangian sintetis untuk jenis kulit reaktif.
Intinya jujur: Beberapa bahan alami memiliki kegunaan asli. Lidah buaya, oatmeal koloid, ekstrak teh hijau, minyak jojoba - ini bisa dijadikan rutinitas. Tapi "alami" saja tidak berarti apa-apa. Baca bahan-bahannya, bukan klaim di bagian depan kemasan, dan terapkan skeptisisme yang sama seperti yang Anda berikan pada kategori lainnya.
Siap berbelanja? Bandingkan Kecantikan di seluruh toko →






