Garis Arab Saudi
The Line, sebuah megaproyek senilai $500 miliar di Arab Saudi, menjanjikan masa depan yang netral karbon dan bebas mobil. Meskipun tujuan proyek yang ambisius dan desain yang mutakhir telah menarik perhatian yang signifikan, para kritikus meningkatkan kekhawatiran mengenai kelayakan dan implikasi sosial dari penyelesaian linier ini.
Ikhtisar dan Latar Belakang
Garis tersebut, yang digagas oleh Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, adalah komponen kunci negara tersebut Megaproyek Neom. Terletak di Provinsi Tabuk, kota ini akan dibangun sepanjang 170 kilometer dengan struktur linier, dengan perkiraan populasi satu juta penduduk. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan kota yang netral karbon dan berkelanjutan, yang sepenuhnya didukung oleh sumber energi terbarukan.Desain kota ini menampilkan struktur unik berbentuk busur, sehingga menghilangkan kebutuhan akan mobil dan jalan raya. Sebaliknya, warga akan bergantung pada jaringan jalan layang dan sistem transportasi otonom. Infrastruktur kota ini akan didukung oleh kombinasi energi matahari dan angin, dengan fokus pada minimalisasi limbah dan emisi.
Meskipun tujuan ambisius dari proyek ini memang mengesankan, para kritikus berpendapat bahwa rancangan kota tersebut mungkin tidak layak atau berkelanjutan dalam jangka panjang. Struktur linier dengan kepadatan tinggi dapat menyebabkan masalah kualitas udara, polusi suara, dan isolasi sosial.
Menurut pengalaman sebelumnya dengan megaproyek serupa, kota dengan kepadatan tinggi dapat menimbulkan tantangan sosial dan lingkungan yang signifikan. Misalnya, kota Dubai, yang memiliki gedung-gedung tinggi dan padat, telah berjuang mengatasi permasalahan kualitas udara, polusi suara, dan kemacetan lalu lintas.
Selain itu, ketergantungan kota pada sistem transportasi otonom menimbulkan kekhawatiran mengenai perpindahan pekerjaan dan kesenjangan sosial. Karena penduduk kota bergantung pada kendaraan otonom, peluang bagi pengemudi manusia dan industri terkait transportasi lainnya mungkin berkurang.
Selain itu, desain kota mungkin tidak dapat disesuaikan dengan kebutuhan penduduknya. Dengan struktur yang tetap dan linier, kota mungkin tidak mampu mengakomodasi perubahan pertumbuhan penduduk atau pergeseran kebutuhan perkotaan.
Tantangan dan Kekhawatiran
Salah satu kekhawatiran utama seputar The Line adalah kelayakan dan biayanya. Proyek ini diperkirakan menelan biaya $500 miliar, menjadikannya salah satu megaproyek termahal dalam sejarah. Kritikus berpendapat bahwa biaya proyek ini mungkin sangat tinggi, sehingga berpotensi menyebabkan tekanan keuangan pada pemerintah Saudi dan penduduknya.Selain itu, tujuan dan jadwal proyek yang ambisius mungkin tidak realistis. Proyek ini diperkirakan akan selesai dalam dekade berikutnya, dengan target penyelesaian pada tahun 2030. Namun, para kritikus berpendapat bahwa jangka waktu ini terlalu optimis, mengingat kompleksitas dan cakupan proyek.
Selain itu, dampak sosial dari proyek ini juga menjadi perhatian utama. Rancangan kota ini dapat menimbulkan masalah isolasi sosial, karena penduduknya bergantung pada sistem transportasi otonom dan jalan layang. Struktur kota dengan kepadatan tinggi juga dapat menyebabkan masalah kualitas udara, polusi suara, dan kemacetan lalu lintas.
Ketergantungan proyek pada sumber energi terbarukan juga menjadi perhatian. Meskipun desain kota ini berfokus pada minimalisasi limbah dan emisi, skalabilitas dan kelayakan proyek masih belum pasti.







